<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku</title>
	<atom:link href="http://glittz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://glittz.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah perjalanan hidup anak manusia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Jan 2011 08:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='glittz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanku</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://glittz.wordpress.com/osd.xml" title="Catatanku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://glittz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tuhan beri jalan</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2009/09/29/tuhan-beri-jalan/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2009/09/29/tuhan-beri-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 01:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[What&#039;s on my mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Pada Senin itu saya seperti mendapat pencerahan lewat berbagai firman Tuhan yang dibagikan saat sel. Sepertinya Tuhan membuka jalan dalam keputusasaanku akan kehidupan. Sebelumnya aku merasa kurang percaya diri untuk berkomunikasi yang notabene adalah fondasi dasar dan kompetensi dasar dalam bekerja. Dalam kevakuman komunikasi dengan komunitas aku sangat takut untuk berbincang atau memulai berbincang dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=60&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Senin itu saya seperti mendapat pencerahan lewat berbagai firman Tuhan yang dibagikan saat sel. Sepertinya Tuhan membuka jalan dalam keputusasaanku akan kehidupan. Sebelumnya aku merasa kurang percaya diri untuk berkomunikasi yang notabene adalah fondasi dasar dan kompetensi dasar dalam bekerja. Dalam kevakuman komunikasi dengan komunitas aku sangat takut untuk berbincang atau memulai berbincang dengan orang lain. Ceritanya berawal saat aku ingin bergabung dalam Legio untuk orang-orang muda. Dan aku melihat ruangan yang biasa dipakai oleh Legio dan ruangan sebelahnya ternyata sudah terpakai untuk acara lain. Kemudian aku bertanya pada seorang ibu yang aktif dalam kegiatan kegerejaan. Dia lalu menanyakan kepada temannya yang menjadi pengurus Legio untuk orang-orang muda pada saat itu dan ternyata Legio ditiadakan karena para anggotanya harus bekerja. Pada saat itu aku melihat ada acara yang kelihatannya menarik. Para anggota dari acara itu duduk santai di lantai sambil berbincang dan ada salah satu anggotanya yang memainkan gitar. Sepertinya menarik, begitu pikirku. Lalu dengan cuek aku coba untuk menanyakan apakah di sana menerima anggota baru atau tidak, kalaupun tidak bisa paling tidak aku sudah bertanya dan rasa maluku hanya pada saat itu saja. Dan akhirnya setelah aku bertanya ternyata aku boleh bergabung. Aku mencoba untuk mengikuti sel pada saat itu. Dan akhirnya aku seperti dibukakan kembali jalan oleh Tuhan dan aku menjadi terbuka bahwa aku sebenarnya memiliki kompetensi dasar dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Dan saat itu kepercayaan diriku menjadi bertambah yang juga menambah keyakinanku untuk dapat bekerja kelak. Selain itu yang paling membahagiakan aku dapat kembali  menulis lagi setelah tidak menulis beberapa lama yang menurutku merupakan bakatku.</p>
<p>Ada beberapa pelajaran menarik yang dapat aku dapatkan</p>
<p>1. Yesaya 59 : 2<br />
Sebagai manusia kita pasti pernah mempunyai hambatan psikologis secara internal yang terjadi dalam diri kita dalam melakukan tanggung jawab kita. Tetapi seringkali kita meminta Tuhan untuk &#8220;mencabut&#8221; hambatan tersebut sehingga akhirnya kita banyak menghabiskan waktu untuk berdoa tetapi dari diri kita sendiri belum mempunyai kemauan untuk mencabutnya sendiri. Memang semua tidak bisa jika tanpa kehendak Tuhan. Namun, dalam ayat ini dijelaskan bahwa Tuhan akan berpisah dan menyembunyikan diri sehingga Ia tidak mendengar. Meskipun dalam ayat ini yang menjadi pemisah merupakan kejahatan, tetapi menurut saya segala dosa adalah kejahatan termasuk kemalasan yang merupakan hambatan psikologis internal sehingga Tuhan tidak dapat memberikan berkatNya. Dan saat itu yang paling membekas adalah saat salah satu kakak pembina mengilustrasikan di tengah lingkaran dalam perbincangan dan dia mengajak dua teman lagi untuk berada di dalam lingkaran. Dia mengilustrasikan dirinya adalah Tuhan, kemudian dia mengangkat tangannya kepada salah satu teman yang juga berada di tengah yang diilustrasikan sebagai kita manusia. dan salah satu teman yang lain tadi menghalangi dan berada di tengah-tengah kedua teman tersebut. Kemudian kakak pembina yang diilustrasikan sebagai Tuhan tersebut meminta teman yang diilustrasikan sebagai kita manusia untuk menggeser teman yang berada di tengah-tengah tadi dengan tangannya. Dan bukan oleh kakak pembina tadi. Sehingga di sini terlihat bahwa kitalah yang menyingkirkan segala dosa (termasuk kemalasan) agar berkat Tuhanlah yang datang pada kita. Sesimpel itu. Ya memang jika hambatan psikologis secara eksternal seperti tekanan dari orang lain secara terus menerus atau masalah pertemanan, pasangan, atau masalah lain yang harus diselesaikan lebih sulit dan memerlukan doa untuk dapat diberikan jalan agar masalah-masalah tersebut dapat terselesaikan. Dari sini jika kita mendapatkan hambatan psikologis eksternal kita berdoa kepada Tuhan untuk menguatkan diri kita untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada, sedangkan jika ada hambatan internal sebaiknya kita tidak berdoa agar Tuhan mencabut hambatan psikologis internal tersebut melainkan berdoa agar diri kita kuat untuk tetap melakukan tanggung jawab meskipun kita masih mempunyai hambatan psikologis sehingga akhirnya akan membuat berkat akan sampai ke kita yang akhirnya jika kita sudah terbiasa melakukan tanggung jawab dalam ketidaknyamanan sehingga berangsur-angsur kita dapat menyingkirkan hambatan psikologis internal tersebut.</p>
<p>2. Yak 4 : 1-2<br />
Sudah jelas</p>
<p>3. Markus 10 : 9<br />
Dijelaskan tentang perceraian yang tidak diperbolehkan oleh Tuhan.</p>
<p>4. 1 Kor 11 : 7-8<br />
Kesetaraan gender saat ini seringkali membuat manusia lupa diri. Wanita seringkali merasa lebih berkuasa dalam keluarga, padahal dalam ayat ini laki-laki  menyinarkan kemulian Tuhan dan wanita menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sehingga wanita harus dengan rendah hati menerima kodrat ini sehingga harus mengatur dominasinya.</p>
<p>5. 1 Kor 7 : 12 &#8211; 14<br />
Dalam pernikahan tentu ada pernikahan yang lancar yang selalu harmonis, tetapi ada juga yang sebaliknya. Jika kita mempunyai pasangan yang menyebalkan dan bukan orang beriman dalam artian selalu melakukan dosa sehingga merugikan bagi kita dan anak-anak, bukan berarti kita harus menceraikannya dan mencari yang baru. Tetapi dalam ayat ini orang yang tidak beriman tadi dikuduskan oleh pasangannya yang beriman dan dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu kita harus mendoakan pasangan kita yang menyimpang dari jalan Tuhan agar kembali ke jalanNya, meskipun rasanya seperti tidak ada jalan, Tuhan pasti buka jalan di saat yang tepat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=60&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2009/09/29/tuhan-beri-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atribut dan Hal Penting</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2008/09/19/atribut-dan-hal-penting/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2008/09/19/atribut-dan-hal-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[What&#039;s on my mind]]></category>
		<category><![CDATA[atribut]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Gitu]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Loh]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita mendengar kata atribut yang terlintas di benak kita bisa jadi merupakan hal yang sebenarnya tidak perlu ada atau hal tambahan saja, yang lebih penting adalah hal yang benar-benar menjadi substansinya. Begitu pula di kehidupan kita, jika saya analogikan suatu kejadian, pikiran buruk, pikiran baik, atau semua hal yang kita dapatkan di dunia ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=52&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita mendengar kata atribut yang terlintas di benak kita bisa jadi merupakan hal yang sebenarnya tidak perlu ada atau hal tambahan saja, yang lebih penting adalah hal yang benar-benar menjadi substansinya. Begitu pula di kehidupan kita, jika saya analogikan suatu kejadian, pikiran buruk, pikiran baik, atau semua hal yang kita dapatkan di dunia ini hanyalah atribut, hal yang lebih penting sebenarnya apa yang sudah kita kontribusikan kepada lingkungan dan Sang Pencipta sesuai dengan perintah Allah. Kita tidak perlu berharap terlalu banyak atau yang muluk-muluk bila kontribusi kita juga pas-pasan dan mudah menyerah. Setiap kontribusi yang kita berikan tentunya akan dicatat oleh  Pencipta kita sebagai tolok ukur apakah kita pantas untuk mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar.<br />Pemikiran kosong tanpa hasil juga merupakan satu hal yang paling menghambat dalam kontribusi kita kepada Yang Maha Kuasa, itupun juga menarik pikiran-pikiran yang sangat mengganggu aspek kehidupan kita. </p>
<p>Yang paling baik untuk dilakukan yaitu dengan mengabaikan hal-hal atribut dan berfokus pada kontribusi apa yang akan kita berikan kepada lingkungan. Kontribusi itu bisa berupa perawatan terhadap hal-hal yang sudah kita punyai, kontribusi melakukan tanggung jawab, rutinitas, kontribusi pemikiran, dan memuji Tuhan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=52&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2008/09/19/atribut-dan-hal-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah Kerja Nyata</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2008/09/19/kuliah-kerja-nyata/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2008/09/19/kuliah-kerja-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:27:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[What&#039;s on my mind]]></category>
		<category><![CDATA[akademis]]></category>
		<category><![CDATA[Gitu]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Loh]]></category>
		<category><![CDATA[lulus]]></category>
		<category><![CDATA[non]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[skill]]></category>
		<category><![CDATA[soft]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pertama kali duduk di bangku kuliah hingga lulus, tentu saja banyak pengetahuan akademis yang kita dapatkan. Namun, pengetahuan itu hanya bersifat dasar yang harus kita kembangkan lagi dengan banyak mencari dan mempelajari pengetahuan tambahan yang bersifat umum maupun spesifik di luar jam kuliah, baik itu dalam bidang yang kita tekuni, maupun non-akademis (soft-skill). Hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=48&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pertama kali duduk di bangku kuliah hingga lulus, tentu saja banyak pengetahuan akademis yang kita dapatkan. Namun, pengetahuan itu hanya bersifat dasar yang harus kita kembangkan lagi dengan banyak mencari dan mempelajari pengetahuan tambahan yang bersifat umum maupun spesifik di luar jam kuliah, baik itu dalam bidang yang kita tekuni, maupun non-akademis (soft-skill). <br />Hal ini sangat penting karena dalam kehidupan &quot;nyata&quot; bukan hanya pengetahuan dasar dari bangku kuliah saja yang kita butuhkan dalam menghadapi pekerjaan, usaha, lingkungan, maupun hidup kita kelak melainkan malah pengetahuan dan pengalaman tambahan tadi yang lebih menjadi faktor kesuksesan seseorang. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=48&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2008/09/19/kuliah-kerja-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Esensi PR</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/esensi-pr/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/esensi-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 19:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[What&#039;s on my mind]]></category>
		<category><![CDATA[esensi]]></category>
		<category><![CDATA[Gitu]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban]]></category>
		<category><![CDATA[Loh]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Yaaahhhh&#8230;. PR lagi PR lagi, itu biasanya yang keluar dari pikiran para pelajar begitu ada kata PR keluar dari dosen atau guru. Ini adalah masalah yang krusial karena dengan kata-kata seperti itu saja sudah mencerminkan ketidaktulusan siswa untuk mengerjakan PR. Sebenarnya untuk apa sih dosen/guru membuat PR untuk siswa? Pasti ada alasannya bukan? Dan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=35&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yaaahhhh&#8230;. PR lagi PR lagi, itu biasanya yang keluar dari pikiran para pelajar begitu ada kata PR keluar dari dosen atau guru. Ini adalah masalah yang krusial karena dengan kata-kata seperti itu saja sudah mencerminkan ketidaktulusan siswa untuk mengerjakan PR.<br />
Sebenarnya untuk apa sih dosen/guru membuat PR untuk siswa? Pasti ada alasannya bukan? Dan itu bukan hanya rutinitas yang mengharuskan para siswa untuk mengerjakan PR, itu adalah kewajiban siswa untuk dirinya sendiri. Mengapa? Karena dengan PR kita bisa mengembangkan kreativitas kita untuk lebih produktif untuk mengeluarkan isi pikiran kita sesuai dengan topik yang akan dibuat PR, tatapi apabila siswa mengetahui tentang topik yang diberikan pasti PR akan menjadi sangat menyenangkan. Lebih banyak kita membuat sesuatu pasti kita akan menjadi orang yang lebih produktif. Bukankah lebih puas untuk melihat hasil karya kita sendiri?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/glittz.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/glittz.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=35&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/esensi-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>No Give up in everything</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/no-give-up-in-everything/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/no-give-up-in-everything/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 18:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[everything]]></category>
		<category><![CDATA[Gitu]]></category>
		<category><![CDATA[give]]></category>
		<category><![CDATA[in]]></category>
		<category><![CDATA[keberanian. kesetiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kegigihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[ketekunan]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Loh]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[no]]></category>
		<category><![CDATA[pikir]]></category>
		<category><![CDATA[pola]]></category>
		<category><![CDATA[rajin]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tabur]]></category>
		<category><![CDATA[tuai]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[up]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Semua pekerjaan yang kita lakuin itu semua kayak lagi pedekate ama seseorang yang kita suka dan kagumi. Kita harus mencintai dia apa adanya dan menerima dia apa adanya. Begitu pula dengan kewajiban-kewajiban kita untuk belajar, semua itu cobalah kita anggap sebagai manusia atau makhluk hidup. Apabila kita berbuat baik dan setia kepada makhluk hidup, makhluk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=17&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua pekerjaan yang kita lakuin itu semua kayak lagi pedekate ama seseorang yang kita suka dan kagumi. Kita harus mencintai dia apa adanya dan menerima dia apa adanya. Begitu pula dengan kewajiban-kewajiban kita untuk belajar, semua itu cobalah kita anggap sebagai manusia atau makhluk hidup. Apabila kita berbuat baik dan setia kepada makhluk hidup, makhluk hidup itu juga akan memberikan efek yang baik pula kepada kita kan? Begitu pula dengan kewajiban, apabila kita setia dan berbuat baik kepada kewajiban yang kita lakukan pasti deh tugas2 yang kita lakuin nanti bakal ngasih yang baik juga ke kita kok. Ga usah kuatir. Setiap manusia pasti punya panggilan hidupnya masing-masing, Tuhan pasti memberikan kita kecondongan-kecondongan yang mengarahkan kita kepada profesi kita selanjutnya. Masalahnya di Indonesia profesi yang dibutuhkan biasanya di bidang yang memeras otak lebih banyak seperti pelajaran teknik. Konotasinya teknik atau yang berbau ilmiah pasti akan lebih berguna daripada yang lain.Memang kenyataannya seperti itu tetapi kita lihat di luar negeri, setiap profesi kita di sana lebih dihargai, menjadi ahli sastrapun atau bahkan ahli masakpun juga sangat dihargai di sana sehingga ada tempat untuk mengembangkan keahliannya di berbagai bidang.<br />
Oleh karena itu untuk menghadapi keadaan di Indonesia yang apa-apa susah, kita harus menjadi plus di segala bidang, kita bisa memaksimalkan potensi diri kita karena Tuhan memberikan kapasitas yang tidak terbatas kepada setiap manusia asalkan dia mau tekun, belajar, dan berdoa.</p>
<p>Lesson 1:<br />
Keberanian</p>
<p>Semua berawal dari keberanian. Dalam menghadapi tanggung jawab dan pekerjaan2 yang ada di dunia kita membutuhkan keberanian sebagai langkah awal. Apapun yang kita hadapi nanti harus kita yakini sebagai masalah yang bisa kita selesaikan asalkan kita mempunyai optimisme, percaya diri, dan pengharapan kepada Tuhan. Kalau kita punya keinginan dan pengharapan yang tidak pernah padam, maka pasti ada jalan betapa sulitnya medan yang kita tempuh.</p>
<p>Lesson 2:<br />
Kesetiaan, ketekunan, kegigihan, rajin</p>
<p>Kesetiaan dalam hal ini bisa berupa ketekunan, kegigihan, rajin dalam menghadapi segala hal yang kita hadapi. Alam saja bisa memberi contoh, meskipun kelihatannya air itu lebih lemah, kerasnya batu akan berlumut dan lapuk juga dengan kesetiaan, ketekunan, dan kegigihan air.</p>
<p>Lesson 3:<br />
Apa yang Kita Tabur adalah apa yang akan Kita Tuai</p>
<p>Segala hal yang sudah kita dapatkan baik menguntungkan atau merugikan adalah hasil dari hal-hal yang sudah kita lakukan sebelumnya. Dan juga berlaku hukum sebab akibat. Segala hal yang telah kita terima pada saat ini adalah akibat dari perbuatan yang pernah kita lakukan di masa yang lalu.  Jadi apabila ada hal buruk yang terjadi pada kita, coba kita evaluasi sebab apa yang telah dilakukan oleh kita pada masa yang lalu yang mengakibatkan hal buruk tadi terjadi dan tidak perlu menyalahkan orang lain akan hal buruk yang terjadi kepada kita. Hal2 yang terjadi dalam hidup kita adalah karena kita sendiri yang belum bisa merespon kondisi yang tidak baik itu atau karena kita belum bisa memperbaiki kondisi tersebut menjadi lebih baik. Jadi tidak ada gunanya mengkambinghitamkan orang lain.</p>
<p>Lesson 4:<br />
Komputer menyerupai pola pikir manusia</p>
<p>Sebenarnya apabila kita amati proses operasional komputer, bisa dikatakan hampir menyerupai sistem pikir manusia. Di dalam memori komputer ada sistem operasi (Windows, atau Linux) sebagai esensi dari komputer tersebut, dan ada program. Sistem operasi yang menjalankan program, dan program nanti yang akan menjalankan driver-driver yang ada. Kita juga dapat melihat bahwa kebanyakan orang memiliki sistem operasi yang sama tetapi penyetingannya yang berbeda-beda, software yang diinstall berbeda-beda, isi memori yang berbeda-beda, dan produktivitas komputer masing-masing userpun juga berbeda-beda. Begitu pula dalam sistem operasi otak kita, spesifikasi asalnya pasti sama, yaitu dari Pencipta kita, tidak ada kelainan signifikan antara satu otak dan otak lain, cara kerja biologisnyapun juga sama, yaitu sinapsis antara neuron dan akson. Sedangkan yang berbeda di sini adalah cara optimasi setting masing-masing otak, software-software apa saja yang diinstall, program apa yang biasanya digunakan, program-program apa yang biasanya diupdate, dan banyak lagi maintenance yang dilakukan di komputer yang dapat merepresentasikan cara kerja otak kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/glittz.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/glittz.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=17&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/no-give-up-in-everything/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Untuk Semua</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/teknologi-untuk-semua/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/teknologi-untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 17:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[What&#039;s on my mind]]></category>
		<category><![CDATA[awam]]></category>
		<category><![CDATA[gitu loh]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[mudah]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Internet merupakan komoditas paling potensial sepanjang masa, bisa dibilang merupakan pusat tulisan, audio, film, bahkan media komunikasi yang paling murah di antara yang lainnya. Berbagai pengetahuan terbarupun dapat kita akses, yang membuka cakrawala pikiran dan akhirnya dapat lebih memotivasi kita untuk maju. Saat pertama kali muncul, penggunaan teknologi internet pasti tidak semudah sekarang, macam-macam situs [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=9&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet merupakan komoditas paling potensial sepanjang masa, bisa dibilang merupakan pusat tulisan, audio, film, bahkan media komunikasi yang paling murah di antara yang lainnya. Berbagai pengetahuan terbarupun dapat kita akses, yang membuka cakrawala pikiran dan akhirnya dapat lebih memotivasi kita untuk maju. Saat pertama kali muncul, penggunaan teknologi internet pasti tidak semudah sekarang, macam-macam situs juga belum bervariasi. Saat ini untuk mempunyai situs sendiri kita sudah tidak perlu lagi bersusah-membuat desain layout, tampilan, sampai pemrograman hingga sedetil-detilnya dari nol. Bahkan orang awampun sekarang dapat menjadi <em>blogger</em> serta mendapat ranking secara teknis di <em>Search Engine</em> dengan <em>keyword </em>secara otomatis hanya dengan beberapa <em>klik</em> <em>mouse</em> dan <em>keyboard </em>saja.</p>
<p>Setelah memiliki peringkat di <em>Search Engine, </em>perjuangan tidak sampai di situ saja. Pemeliharaan peringkat situs juga tidak kalah penting, berbagai strategi dapat dilakukan untuk menjaring pengunjung situs. Saat ini strategi teknis kebanyakan sudah ditangani oleh penyedia blog, oleh karena itu kita dapat lebih fokus ke pengisian berita agar tetap ada dalam daftar <em>Search Engine</em>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/glittz.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/glittz.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=9&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2008/09/17/teknologi-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Universitas Surabaya Gitu Loh</title>
		<link>http://glittz.wordpress.com/2008/09/15/universitas-surabaya-gitu-loh/</link>
		<comments>http://glittz.wordpress.com/2008/09/15/universitas-surabaya-gitu-loh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 10:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>glittz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gitu]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Loh]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://glittz.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Universitas Surabaya Gitu Loh Brigita Hermien Asriyantie (6054840)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=3&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Surabaya Gitu Loh</p>
<p>Brigita Hermien Asriyantie (6054840)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/glittz.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/glittz.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/glittz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/glittz.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=glittz.wordpress.com&amp;blog=4771782&amp;post=3&amp;subd=glittz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://glittz.wordpress.com/2008/09/15/universitas-surabaya-gitu-loh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a8714b4b5a536139b60e0ead72af3c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">glittz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
